Matahari, Benda Langit yang Menerangi Bumi

Matahari, Benda Langit yang Menerangi Bumi Matahari, bintang terdekat dengan Bumi, terlalu mutlak bagi manusia. Tanpa panas dan sinar matahari, bumi adalah planet yang gelap dan beku tanpa kehidupan.

Matahari, Benda Langit yang Menerangi Bumi

Astronomi2009 – Yang paling mudah diketahui adalah bahwa matahari adalah penerang bumi pada siang hari. Matahari selalu terbit dari timur dan terbenam ke barat seolah-olah mengorbit bumi. Faktanya, Bumi dan planet-planet lain mengorbit Matahari. Selain itu, matahari terlihat lebih besar dari bintang lainnya.

Bola gas raksasa di langit

Bintang terdekat dengan Bumi, Matahari adalah bola gas raksasa yang terlalu panas dan terlalu terang. Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Maka sudah waktunya untuk awan besar gas dan debu runtuh karena gravitasi. Hasilnya adalah massa materi di pusat awan, yang kemudian menjadi bintang yang kita kenal sebagai Matahari. Materi yang tersisa setelah itu membentuk planet yang mengorbit Matahari.

Baca Juga : Phobos & Deimos, Pengiring Mars di Tata Surya

Dibandingkan dengan planet-planet tata surya, ukuran matahari sebenarnya terlalu besar untuk menampung 1,3 juta Bumi. Median matahari berjajar dari satu sisi ke sisi lain, mirip dengan 109 median Bumi.

Di tata surya, matahari berada di pusat dan dikelilingi oleh planet-planet dan benda-benda kecil lainnya. Dengan kata lain, matahari memiliki terlalu banyak gravitasi. Benda dapat memiliki gravitasi yang kuat selama massanya tidak terlalu besar. Dan pada kenyataannya, massa matahari terlalu besar. Itu 19.89.100.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kg (dibaca 1,9 juta triliun), atau massa 330.000 Bumi.

tidak hanya itu. Matahari dan massanya yang begitu besar membentuk 99,86% massa tata surya. Itu berarti gravitasinya terlalu besar untuk menampung semua planet di tata surya kita dan mengorbit matahari.

Matahari, Tungku Besar

Jangan berharap bisa melangkah ke matahari. Matahari tidak memiliki permukaan padat karena seluruhnya terdiri dari gas. Yang paling melimpah adalah gas hidrogen (73,5%) dan helium (25%). Ada gas lain layaknya oksigen, karbon, nitrogen, neon, silikon, magnesium, belerang dan besi.

Baca Juga : Tips Mengembangkan Audiens untuk Meningkatkan Penjualan

Gravitasi adalah penyebab semua gas ini saling menempel. Gravitasi karena itu menarik semua gas menuju pusat matahari. Semakin dekat ke pusat, semakin kuat tekanan dan semakin tinggi suhu.

Jika Anda bisa berkunjung, permukaan matahari akan terlalu panas. Suhunya 5500 ° C. Bahkan krim tabir surya pun tidak terlalu berguna. Di pusat matahari, menjadi jauh lebih panas lagi pada 15.000.000 C!

Rupanya, gas hidrogen terbakar di pusat matahari. 600 juta ton gas hidrogen terbakar menjadi helium per detik, mengubah 4 juta ton materi menjadi energi!

Energi yang dihasilkan oleh matahari dibawa dari pusat ke permukaan. Untuk mencapai permukaan, kekuatan itu memakan waktu terlalu lama di jalur yang bisa memakan waktu lebih dari 100.000 tahun. Energi ini diterima oleh semua planet di tata surya dalam bentuk cahaya dan panas dari matahari. Namun, semakin jauh dari matahari, semakin sedikit cahaya dan panas yang diterimanya. Oleh karena itu, planet-planet di dekat Matahari lebih panas daripada planet-planet yang jauh.

Dibutuhkan waktu lama untuk mencapai permukaan bumi, tetapi cahaya matahari hanya membutuhkan waktu delapan menit untuk menempuh jarak 150 juta kilometer ke bumi. Ini karena cahaya merambat dengan kecepatan 300.000 km/s. Pada kecepatan yang sama, sebuah sinar dapat mengorbit bumi tujuh kali hanya dalam satu detik.