Bulan, Merupakan Sang Dewi Pengiring Bumi

Bulan, Merupakan Sang Dewi Pengiring Bumi Bulan adalah objek paling terang dan terbesar yang ditemukan di langit malam. Namun, wajah bulan terus berubah dan menghilang secara teratur dari langit malam.

Bulan, Merupakan Sang Dewi Pengiring Bumi

Astronomi2009 – Bulan adalah cahaya langit malam. Namun, ada banyak cerita budaya yang berbeda di bulan. Ada banyak mitos dan cerita rakyat yang dibangun berdasarkan kepercayaan masyarakat tentang dampak bulan terhadap kehidupan manusia. Diyakini bahwa ada kehidupan lain di bulan.

Dalam cerita rakyat Jawa Barat, bulan adalah rumah bagi Nini Ante dan kucingnya. Dari cerita rakyat Cina, ada kelinci bulan dan kelincinya, kelinci bulan. Ada cerita tentang Kaguya, putri bulan, dari Jepang. Di Selandia Baru, ada cerita tentang Rona, seorang gadis Maori yang tertarik ke bulan. Dalam budaya Yunani, ada dewi bulan Selene. Bagi orang Romawi, Dewi Bulan dikenal sebagai Dewi Luna.

Baca Juga : Planet Mars, Gurun Tandus Tak Berpenghuni

Keberadaan benda angkasa sering dikaitkan dengan banyak hal. Jadi tidak heran jika cerita tentang bulan tersedia dalam cerita rakyat dari budaya yang berbeda. Selain itu, pergerakan bulan di langit juga dijadikan sebagai penentu waktu. Dalam hal ini, itu adalah kalender lunar untuk menentukan hari-hari keagamaan. Yang paling kita kenal di Indonesia adalah penanggalan Islam.

Pendamping bumi

Bulan adalah objek terdekat dengan bumi. Jaraknya hanya 384.400 kilometer. Bulan cerah, tetapi tidak memancarkan cahaya. Cahaya bulan yang menerangi malam adalah cahaya matahari yang dipantulkan dari permukaan bulan ke bumi.

Bulan bukanlah planet. Dia adalah pendamping bumi. Akibatnya, planet biasanya disertai dengan benda-benda kecil yang disebut satelit. Di tata surya, hanya terdapat dua planet yang tidak memiliki satelit yaitu Merkurius dan Venus . Bumi memiliki satu satelit, bulan.

Baca Juga : 81 Persen Perusahaan di Indonesia Alami Kebocoran Data

Sebagai pengiring, bulan berputar mengelilingi bumi, dan bersama-sama dengan bumi, keduanya berputar mengelilingi matahari. Sebuah bulan dengan diameter 3.475 km membutuhkan waktu 27,3 hari untuk mengorbit bumi dan berputar pada porosnya. Oleh karena itu, kita hanya bisa melihat sisi wajah bulan yang sama. Artinya, bulan terkunci oleh gravitasi bumi.

Gurun besar

Bulan, objek terdekat dengan Bumi, tentu menjadi sasaran pertama rasa ingin tahu manusia. Apakah ada kehidupan di bulan? Bisakah manusia hidup di bulan?

menjawab. Tidak ada kehidupan di bulan. Satelit Bumi ini berbentuk bola batu yang dingin, kering, tidak bernyawa, dan dikelilingi oleh lapisan tipis gas. Tidak ada udara untuk dihirup dan hanya sedikit air yang tersedia di daerah kutub. Permukaan bulan seperti gurun kering yang luas.

Jika suatu hari kita bisa mencapai bulan seperti astronot Apollo, permukaan bulan bisa sangat panas. Pada siang hari, suhu naik menjadi 127ºC, dan pada malam hari menjadi sangat dingin pada 173ºC. Suhu bahkan lebih ekstrem di Kutub Utara dan Antartika. Artinya, suhu kawah adalah -238ºC. – 248ºC di kawah Antartika dan Arktik.

Permukaan bulan

Permukaan bulan tidak mulus. Saat masih muda, Bulan mengalami tumbukan asteroid yang mengakibatkan terbentuknya kawah di permukaannya. Bulan memiliki daerah terang dan gelap. Daerah terang adalah dataran tinggi dan daerah gelap adalah laut yang disebut Maria atau Mare (tunggal).

Yang jelas tidak ada air dan ini bukan laut seperti Bumi. Maria adalah dataran basal yang lebih rendah dari dataran tinggi bulan. Wilayah Maria yang gelap terbentuk berasal dari pembekuan banjir lahar yang nampak berasal dari retakan di permukaan bulan akibat tumbukan asteroid miliaran tahun lalu. Lava beku kaya akan zat besi, yang membuat Maria menjadi gelap.