Inilah Mengapa Benda Langit dan Bumi Berbentuk Bulat

Inilah Mengapa Benda Langit dan Bumi Berbentuk Bulat – Sebenarnya, percakapan tentang mengapa benda langit dan Bumi bulat terlalu lama, tetapi baru-baru ini percakapan ini mendapat terlalu banyak perhatian di media sosial, dan orang-orang yang mengklaim bahwa Bumi itu datar. Grup adalah cakram, bukan bola.

Inilah Mengapa Benda Langit dan Bumi Berbentuk Bulat

Astronomi2009 – Jika Anda ingin mengetahui mengapa Bumi dan benda-benda besar lainnya berbentuk bulat, Anda harus mempelajari sejarahnya terlebih dahulu. Big Bang adalah teori yang mengarah pada pembentukan alam semesta. Teori ini dimulai dengan Big Bang atau Dentuman Besar, yang dimulai sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu.

Baca Juga : Penjelasan Jenis – Tipe – dan Klasifikasi Bintang

Matahari, seperti semua bintang lainnya, terbentuk dalam awan gas molekuler yang terdiri dari 99% gas dan hanya 1% debu. Awan molekuler ini adalah awan padat. Matahari juga terbentuk di awan serupa yang dikenal sebagai Nebula Matahari.

Awan molekuler ini sebenarnya sangat stabil, tetapi bisa runtuh jika ada masalah eksternal. Misalnya, gelombang kejut dari ledakan bintang besar, atau gelombang kejut ketika dua awan molekul bertabrakan. Ketika runtuh, bentuk awan yang semula tidak beraturan berubah. Momentum sudut mengubah awan tidak beraturan menjadi piringan yang berputar.

Ketika awan molekul runtuh, gas terakumulasi untuk membentuk protobintang. Setelah protobintang terbentuk, ia dapat menarik lebih banyak materi gas di awan untuk mengikatnya. Semakin banyak materi yang ditarik, semakin besar gravitasinya. Selama proses ini, protobintang berputar dengan cepat dan suhunya naik.

Baca Juga : Oppo Patenkan Teknologi Pembuka Kunci dengan Pembuluh Darah

Proses ini terjadi sampai protobintang punya energi yang cukup untuk mengawali reaksi pembakaran hidrogen menjadi helium. Oleh karena itu, ia memulai reaksi termonuklir yang memungkinkan terlalu banyak daya. Ini adalah cuma satu proses kelahiran bintang yang kita kenal sebagai Matahari, yang merupakan 99,8% dari massa awan.

Sementara itu, sisa piringan awan berisi debu dan gas menjadi bahan untuk pembentukan planet di sekitar bintang yang baru terbentuk nantinya.

Ini bekerja sama dengan bintang. Partikel debu di piringan bergabung satu sama lain untuk membentuk embrio planet. Tentu saja, proses pengikatan ini karena materi yang ada memiliki massa, dan setiap benda bermassa dapat memiliki tarikan gravitasi. Setelah protoplanet terbentuk, ia dapat terus menarik materi di sekitarnya. Semakin banyak materi yang ditarik, semakin besar massa planet dan semakin besar gravitasi.

Rotasi dan revolusi
Benda langit mengalami rotasi dan rotasi yang teratur. Dalam proses ini judi slot online menjadi ajang game yang sudah tidak asing di berbagai kalangan, ada gaya yang dapat menyebabkan bentuk benda yang sebelumnya tidak beraturan menjadi lingkaran atau elips. Jika suatu benda angkasa bergerak tidak beraturan/zigzag, maka bentuk benda angkasa selanjutnya juga dapat menjadi tidak beraturan.